
Kakak Yang Berjuang Untuk Menyambung Hari Dan Sekolah
terkumpul dari target Rp 60.000.000
Di sebuah gang sempit yang jarang diperhatikan orang, hiduplah seorang anak bernama Ramdan, usianya baru 14 tahun. Tubuhnya masih kecil, tapi beban hidup yang ia pikul jauh lebih besar dari usianya. Setiap pagi hingga sore hari, Ramdan mendorong gerobak berkeliling dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari rongsokan.

Di belakang gerobak itu, tersimpan bukan hanya botol bekas dan kardus, tetapi juga harapan hidup bagi keluarganya.
Ramdan tidak sendiri. Ia melakukan semua itu demi adik-adiknya yang masih duduk di SD dan TK. Senyum polos mereka adalah alasan Ramdan tetap kuat, meski tangannya sering pegal dan kakinya lelah. Ia ingin adik-adiknya tetap bisa sekolah, tetap bisa bermimpi, meski hidup mereka serba kekurangan.

Ramdan sendiri sebenarnya ingin sekolah seperti anak-anak lain. Ingin memakai seragam rapi, duduk di bangku kelas, dan bercita-cita tinggi. Namun keadaan berkata lain. Ia tidak memiliki biaya untuk sekolah formal, sehingga Ramdan memilih jalan lain: sekolah Paket C, belajar dengan segala keterbatasan, sambil tetap bekerja setiap hari.

Dari mendorong gerobak itu, penghasilan Ramdan hanya sekitar Rp35.000 per hari. Uang itu harus cukup untuk makan, kebutuhan sehari-hari, dan sedikit demi sedikit ditabung untuk biaya sekolah adik-adiknya. Mereka tinggal di rumah kontrakan sederhana,

Sering kali, Ramdan menahan lapar agar adiknya bisa makan lebih dulu. Ia jarang mengeluh. Baginya, melihat adik-adiknya tertawa sudah lebih dari cukup. Di usia ketika anak lain sibuk bermain, Ramdan belajar tentang tanggung jawab, pengorbanan, dan ketegaran hidup.

Di dalam hatinya, Ramdan menyimpan mimpi besar. Ia ingin sekolah dengan layak seperti anak-anak lain. Ia juga ingin memiliki modal usaha kecil, agar suatu hari nanti ia tidak harus terus mendorong gerobak, dan bisa memberi kehidupan yang lebih baik untuk keluarganya.
Ramdan tidak pernah meminta lebih. Ia hanya ingin diberi kesempatan. Kesempatan untuk belajar, untuk berusaha, dan untuk membuktikan bahwa kemiskinan tidak bisa mematikan mimpi.
Di balik wajah lelahnya, tersimpan harapan yang besar.
Ramdan mungkin hanya seorang anak pemulung rongsok di mata dunia,
tetapi di mata Tuhan, ia adalah anak yang luar biasa kuat dan penuh tanggung jawab.
Ramdan bukan anak yang lemah. Ia adalah anak hebat yang mungkin tak dikenal dunia, tapi doanya selalu langit dengar. Di balik keringat dan gerobak rongsok itu, tersimpan mimpi sederhana:
Disclaimer: dana yang terkumpul akan di gunakan oleh Adek Ramdan untuk kebutuhan sehari-hari,modal usaha,dan untuk mendukung penerima manfaat lainya di bawah naungan YAYASAN LENTERA PIJAR KEBAIKAN.
Kakak Yang Berjuang Untuk Menyambung Hari Dan Sekolah
terkumpul dari target Rp 60.000.000
