
Di Usia yang Tak Lagi Muda Kakek Ini Masih Berkeliling
terkumpul dari target Rp 60.000.000
Di usia 70 tahun, ketika sebagian orang memilih beristirahat, Abah Uus masih setia berjalan menyusuri gang-gang sempit sampai jalan raya.
Di depan dadanya tergantung kranjang tua, di tangannya termos kopi yang sudah menemaninya bertahun-tahun.

Setiap pagi Abah melangkah pelan.
Kakinya sering nyeri, lututnya gemetar, tapi langkahnya tak pernah benar-benar berhenti.
Bukan karena kuat…
tapi karena hidup tak memberinya pilihan.

Abah berjualan kopi keliling.
Secangkir demi secangkir.
Kadang dibayar,
kadang dicatat “nanti dulu Bah”,
kadang juga… tak pernah kembali.

Dalam sehari, penghasilannya tak menentu.
Jika beruntung, Rp20.000 sudah bisa ia bawa pulang.
Itu pun harus cukup untuk makan, kontrakan kecil yang sunyi, dan hidup yang ia jalani seorang diri,terkadang ia hanya meminum air untuk menahan rasa laparnya.

Namun di balik lelahnya, Abah masih menyimpan satu mimpi sederhana.
Ia ingin berhenti berjalan jauh.
Ingin punya warung kecil di depan kontrakan,
cukup duduk, menyeduh kopi, dan menunggu pembeli datang.

“Biar Abah nggak keliling lagi… kaki Abah sudah sering sakit,” katanya lirih.
Mimpinya tak besar.
Tak ingin kaya.
Tak ingin mewah.
Hanya ingin bertahan…
dengan cara yang lebih manusiawi.

Jika suatu hari kamu melihat kakek penjual kopi dengan kranjang dan termos di tangannya,
ingatlah…
mungkin itu Abah Uus,
yang masih berjuang bukan karena ingin,
tapi karena harus.
Orang baik maukah kalian membantu meringankan abah uus sekecil apapun bantuan dari kalian akan sangat berarti bagi abah dan juga keluarga.
Disclaimer: dana yang terkumpul akan di gunakan oleh Abah uus untuk kebutuhan sehari-hari,modal usaha,dan untuk mendukung penerima manfaat lainya di bawah naungan YAYASAN LENTERA PIJAR KEBAIKAN.
Di Usia yang Tak Lagi Muda Kakek Ini Masih Berkeliling
terkumpul dari target Rp 60.000.000
