
Langkah Pelan Abah Penjual Tisu DiTengah Kerasnya Hidup
terkumpul dari target Rp 60.000.000
Di bawah langit kota yang tak pernah benar-benar peduli, hidup seorang lansia bernama Abah Agus, usianya 66 tahun. Rambutnya memutih, wajahnya penuh garis lelah, namun matanya masih menyimpan harapan.

Abah tinggal di sebuah kontrakan sederhana, sempit . Sejak istrinya meninggal dunia, rumah kecil itu terasa lebih kosong. Tak ada lagi tempat berbagi lelah, tak ada lagi teman berbincang di malam hari. Abah kini menjalani hari-harinya seorang diri, ditemani doa dan kenangan.

Setiap pagi Abah melangkah pelan, membawa tumpukan tisu setoran. Ia berjualan di persimpangan jalan, menunggu uluran tangan orang-orang yang berlalu. Penghasilannya tak menentu—kadang hanya lima ribu rupiah, kadang dua puluh ribu rupiah sehari. Uang sekecil itu harus cukup untuk makan, membayar kontrakan, dan yang paling berat: membiayai anaknya yang masih duduk di bangku SMA.

Lutut Abah sering berdenyut nyeri. Ia pernah terpeleset dan jatuh, dan sejak itu rasa sakit seolah menetap. Setiap berdiri terlalu lama, Abah harus menahan perih. Namun ia tak pernah benar-benar berhenti. Baginya, berhenti berarti menyerah pada keadaan—dan itu tak pernah menjadi pilihan.

Di balik tubuh renta dan langkah yang tertatih, Abah Agus menyimpan satu mimpi sederhana: memiliki usaha sendiri. Entah warung kecil, jualan sederhana di depan kontrakan—apa pun, asalkan ia bisa bekerja tanpa harus terlalu memaksa lututnya, dan tetap bisa menyekolahkan anaknya hingga lulus.

Abah sering berdoa dalam diam,
“Ya Allah, izinkan aku kuat sedikit lagi… demi anakku.”
Karena bagi Abah Agus, hidup bukan tentang seberapa besar penghasilan, melainkan tentang seberapa kuat seorang ayah bertahan demi masa depan anaknya. Dan meski dunia sering terasa berat, Abah memilih terus melangkah—pelan, sakit, tapi penuh cinta.
Disclaimer: dana yang terkumpul akan di gunakan oleh Abah Agus untuk kebutuhan sehari-hari,modal usaha,dan untuk mendukung penerima manfaat lainya di bawah naungan YAYASAN LENTERA PIJAR KEBAIKAN.
Langkah Pelan Abah Penjual Tisu DiTengah Kerasnya Hidup
terkumpul dari target Rp 60.000.000
