
Pilu! Amah Oey Gwat Eng Bertubi-tubi Ditimpa Kesulitan
terkumpul dari target Rp 80.000.000
Amah Oey Gwat Eng atau BuTeti Heraningsih (71 tahun) terlahir dari keluarga keturunan Tionghoa. Memutuskan menjadi muallaf dan menikah dengan Pak Aan (72 tahun), dikaruniai 1 anak perempuan.
Ketika perjalanaan muallaf nya datang, ujian pun datang silih berganti bertubi-tubi
sang suami jatuh sakit karena stroke sudah 5 tahun berjalan. Putrinya pun, Chinta (28) mengidap penyakit gagal ginjal kronis yang dideritanya selama hampir 1 tahun kemudian putrinya wafat meninggalkan amah Eng dan sang ayah.
Sang suami, Pak Aan tidak pernah menjalani pengobatan. Karena keterbatasan biaya, mereka lebih memilih untuk mencari biaya pengobatan untuk anaknya tercinta.
"Kasian anak saya, setelah sakit ginjal dia ditinggal suaminya. Selama ini gak pernah tanggung jawab. Bapak bilang, Bapak mah gak usah berobat, Teteh aja yang berobat"
Semenjak sang suami dan anaknya sakit, Amah lah yang menjadi tulang punggung keluarga, kesehariannya hanya mengandalkan dari jasa cukur keliling. setiap pagi hingga sore hari ia keliling kampung untuk menawarkan jasa cukurnya. Amah Eng tidak pernah mematok harga jasa cukurnya.
Dalam sehari penghasilannya tak menentu, berkisar 20-50 ribu. Seringkali Amah Eng harus menahan rasa laparnya ketika berkeliling. Hal itu dilakukan agar Amah bisa membawa uang lebih ke rumahnya.
Perjuangannya tidak sebanding dengan yang didapat, bayangkan selain untuk mencari kebutuhan makan sehari hari, Amah Eng juga harus masih merawat suaminya.
Rasa lelah yang harus dirasakan oleh Amah setiap harinya di ujung usianya.
Pilunya, akhir-akhir ini sering kali hujan dan kondisi kesehatan Amah Eng menurun. Kalau tidak ada penghasilan sama sekali, Amah dan suami hanya menahan lapar di rumahnya.
sampai kapan ia harus berjuang sendiri dengan usianya yang sudah tak muda?
Dari lubuk hati yang terdalam, Amah Eng jika memiliki rezeki ingin sekali mempunyai usaha kecil-kecilan di rumahnya agar tidak keliling lagi sambil merawat suaminya.
Sahabat Kebaikan, Amah Eng memang tidak pernah mengeluh namun beban yang dipikulnya sangatlah berat.
Yuk berikan semangat dan ukir senyum di bibir keluarga Amah Eng dengan bersedekah. Sekecil apapun rezeki yang sahabat sisihkan akan berarti besar bagi mereka.
Disclaimer : Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi segala keperluan keluarga Amah Eng. Selain itu, akan digunakan untuk implementasi program dan para penerima manfaat lainnya dibawah naungan Yayasan Global Sedekah Movement.
Pilu! Amah Oey Gwat Eng Bertubi-tubi Ditimpa Kesulitan
terkumpul dari target Rp 80.000.000
