
Lumpuh Di Usia Senja Mak Yanti Bertahan Demi Anak Cucu
terkumpul dari target Rp 80.000.000
Mak Yati Kurniati berusia 63 tahun yang mana saat ini tinggal di wilayah Kota Cimahi lansia lumpuh akibat stroke setelah Abah Obi meninggal dunia sejak tahun 2007.

Diusianya yang sudah lanjut usia, Mak Yati harus menelan kehidupan yang kurang beruntung, dimana dimasa tuanya ini, 10 tahun beliau idap stroke hingga lumpuh dan kini beliau tinggal di kontrakan berukuran 4x3 yang dihuni 3 Kartu Keluarga dan total yang tinggal dirumahnya sebanyak 7 orang yaitu anak dan cucunya. Ke dua anak perempuannya bernasib malang, dimana kedua anaknya itu kini ditinggal suaminya dengan berbagai problem terutama prihal judi online.

Kini Mak Yati bergantung pada anak bontotnya yaitu Ibu Sri, dimana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ibu Sri bekerja sebagai buruh cuci baju, cuci piring, bersih-bersih rumah warga setempat dengan upah seikhlasnya mulai dari Rp.20.000,- hingga paling besar Rp.60.000,- perorang atau satu kali pekerjaannya selesai. dari upah tersebut Ibu Sri mengerjakan cucian pakaian hingga melicin tidak jauh beda seperti laundy namun pengerjaannya serba manual dan seadanya kadang-kadang untuk pakaian itu perlu waktu 2 hari sampai bener-bener rapi. selain itu Ibu Sri juga sesekali dipanggil untuk memback up melicin di laundry terdekat dengan upah Rp.60.000,- perhari selama 8 jam.
Mak Yati selalu merasa jadi beban untuk sang anak, dimana perasaan itu muncul karena Ibu Sri sendiri harus memenuhi kebutuhan pengobatannya serta kebutuhan sehari-harinya seperti pampers, tissue, serta banyaknya cucian akibat segala sesuaatu dilakukan ditempat termasuk buang air besar serta air kecil ditambah lagi Ibu Sri harus mengumpulkan uang untuk melanjutkan pengobatan sang anak yang kini sudah terhambat selama 1 tahun.

Anak Ibu Sri mengidap penyakit kelainan kelamin langka bawaan lahir yang mana selama 4 tahun terakhir sudah dilakukan pengobatan mulai dari Puskesmas, RSU Mitra Kasih Kota Cimahi, RS Advent Kota Bandung, RSHS Kota Bandung dan terakhir di RS Welas Asih Kabupaten Bandung dimana selama proses pengobatannya sudah dilakukan 13x tindakan operasi namun belum tuntas dan terpaksa pengobatannya berhenti ditengah jalan.
Mak Yati menuturkan dulu saat Almarhum Abah Obi masih ada, kesehariannya bekerja sebagai pedagang siomay atau batagor keliling dimana yang membuat adonan adalah Mak Yati dan alhamrhum yang berjualan keliling.
“Seandainya abah masih ada, mungkin kehidupan anak dan cucunya sekarang tidak akan seperti sekarang ini” ~Ujar Mak Yati
Mak Yati sangat berharap anak-anaknya bisa melanjutkan kembali berjualan siomay atau batagor tanpa keliling karena kedua anaknya perempuan, namun terkendala modal. Dengan keadaan Mak Yati yang saat ini sudah tidak bisa apa-apa, beliau hanya bisa mendo’akan kedua anaknya agar kehidupan dimasa depannya turut berbahagia.
Lumpuh Di Usia Senja Mak Yanti Bertahan Demi Anak Cucu
terkumpul dari target Rp 80.000.000
