Sharing Happiness
  • Donasi
  • Zakat
    • Zakat Penghasilan
    • Zakat Perdagangan
    • Zakat Emas
    • Zakat Simpanan
  • Infaq
  • Wakaf
Masuk atau Daftar
Pemberitahuan
  • Lihat semua
  • Lihat Semuanya
  • Lihat semua
Home
Donasi
Zakat
Infaq
Wakaf
Masuk
Pusat Bantuan
Tentang Kami
Bantu Calon Dokter Cilik Sembuh Dari Tumor Ganas - 23387

Bantu Calon Dokter Cilik Sembuh Dari Tumor Ganas

Rp 10.000
terkumpul dari target Rp 150.000.000
0% tercapai 25 hari lagi
Lentera Saling Berbagi
 Share DONASI
Bantu sebarkan via :
SHARES
  • Detail
  • Info Terbaru
  • Donatur 1
  • Fundraiser

Nabila Claudia (14 tahun) seorang siswi asal Kabupaten Cianjur, kini sedang berjuang menghadapi ujian hidup yang sangat berat. Sejak April 2024, ia divonis mengidap osteofibrous dysplasia, suspicious tumor / sarcoma tumor ganas yang terus menyerang lutut kanan hingga pahanya. Kini, satu-satunya jalan untuk menyelamatkan nyawanya adalah tindakan amputasi. 

Segalanya berawal saat Nabila mengikuti kegiatan olahraga di sekolah. Ia mengalami keseleo, namun rasa sakitnya sangat tidak biasa hingga ia tak mampu berjalan. Lututnya memar, membiru, dan rasa sakitnya kian menjadi di hari berikutnya. Guru dan pihak sekolah membantu Nabila pulang. Namun sejak hari itu, hidup Nabila berubah selamanya.

Ibunda Nabila, yang tinggal di daerah pelosok, mengira sakit putrinya merupakan cedera biasa. Ia membawa Nabila ke tukang urut dan pengobatan alternatif yang dipercaya masyarakat sekitar. Namun 3 hari kemudian, lutut Nabila justru membengkak lebih besar.

Nabila dibawa ke puskesmas, lalu dirujuk ke RSUD Sayang Cianjur untuk rontgen. Dari sana ia mendapatkan rujukan lanjutan ke RSHS Bandung untuk pemeriksaan MRI.

Namun info dari warga bahwa proses berobat di RSHS panjang dan melelahkan membuat ibunda Nabila kebingungan bukan karena menyerah, tapi karena biaya transportasi dan kebutuhan hidup selama pengobatan tidak sanggup ia penuhi.

Baru 2 bulan kemudian, dengan bantuan pemerintah desa dan warga sekitar, Nabila akhirnya tiba di Bandung untuk menjalani pemeriksaan lengkap: rontgen, USG, lab, EKG, hingga MRI. Hasilnya membuat sang ibu hampir pingsan, “Anak ibu harus segera diamputasi, jika tidak, penyakitnya bisa menyebar dan mengancam nyawanya.” Ucap dokter 

Ibunda Nabila menangis sejadi-jadinya. “Ya Allah… kenapa bukan saya saja yang sakit. Nabila sudah tanpa ayah, kini harus kehilangan kakinya…” Nabila yang masih berusia 14 tahun juga terpukul. “Apa mimpiku akan berakhir? Apa aku masih bisa jadi dokter?”

Di rumah sakit keduanya tak henti menangis. Namun keputusan tak bisa dihindari: amputasi adalah satu-satunya jalan untuk menyelamatkan nyawa Nabila.

Keluarga mencoba mencari dokter terbaik hingga pengobatan alternatif. Bantuan warga sebesar Rp6.000.000 pun habis dalam proses ini.

Namun kondisi Nabila memburuk dengan sangat cepat. Bengkaknya yang awalnya sebesar telur ayam kini seperti bola besar dalam waktu 4 bulan. Ia tak bisa berjalan, tubuhnya lemas, sering sesak, pusing, dan rasa sakitnya tak tertahankan.

“Kak… aku ingin sembuh. Tapi kalau kakiku diamputasi… apa aku masih bisa jadi dokter?” Nabila berkata dengan mata berkaca-kaca kepada tim Saling Berbagi

Anak manis ini hanya ingin sembuh. Ia ingin kembali sekolah. Ia ingin mengejar cita-citanya menjadi dokter agar kelak bisa membantu banyak orang.

Walaupun biaya medis ditanggung oleh BPJS, namun biaya NON-MEDIS harus ditanggung oleh keluarga. Sekali  berangkat ke Bandung, Nabila harus menggunakan ambulans karena tidak bisa berjalan. Biaya transport PP saja 500 ribu rupiah, belum makan, obat luar, vitamin, dan kebutuhan harian selama bolak-balik kontrol.

Sementara sang ibu hanya bekerja sebagai buruh bungkus kerupuk dengan penghasilan Rp300.000/bulan. Kakak Nabila pun hanya bekerja sebagai buruh jahit harian dengan upah yang tak menentu. Ayah Nabila telah meninggal kurang dari 1 tahun lalu. Kini hanya sang ibu yang berjuang sendirian. “Kadang aku menangis melihat mamah lelah sekali… tapi tetap berusaha demi aku.” Ujar Nabila

Nabila adalah anak yang mandiri, cerdas, dan jarang meminta apa pun. Namun kini hidupnya benar-benar di ujung tanduk. Jika amputasi dan pengobatan tidak segera dilakukan, penyakitnya bisa menyebar ke organ dalam dan membahayakan nyawanya.

Sahabat, Mari Bantu Nabila Sembuh dan Mengejar Cita-Citanya Menjadi Dokter! Walau sedikit, bantuan kita dapat menjadi nafas harapan bagi Nabila dan ibunya. Bantu Nabila Sekarang

Disclaimer : SharingHappiness.org tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
Campaign ini belum memiliki info terbaru
  • donatur-image

Galang Dana sebagai Fundraiser

Jadi Fundraiser

Bantu Calon Dokter Cilik Sembuh Dari Tumor Ganas

Haurwangi
Lentera Saling Berbagi
Rp 10.000
terkumpul dari target Rp 150.000.000
0% tercapai 25 hari lagi
Bantu sebarkan via :
SHARES
Bantu campaign ini dengan menjadi Fundraiser
Jadi Fundraiser
Campaign ini mencurigakan? Laporkan
Mau galang dana online seperti ini? Gratis!
Embed Code
<iframe src="https://api.sharinghappiness.org/embed/bantuklaudia" frameborder="0" width="100%" height="300"> </iframe>

Selamat campaignmu sudah live dan siap menerima donasi

Ajak teman dan keluarga untuk berdonasi dengan membagikan link dibawah ini

Copy

atau share via

facebook whatsapp

SharingHappiness.org

  • Syarat & Ketentuan
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Tim Kami

Donasi

  • Cara Donasi
  • FAQ

Program

  • Galang Dana
  • Campaign
  • Zakat

Yayasan Berbagi Bahagia

Jl. Jati Indah V No. 5 RT 10 RW 11
Kel. Gumuruh, Kec. Batununggal,
Kota Bandung, Jawa Barat 40275

SH Logo
© 2015-2026, Sharing Happiness All Reserved