
Difabel Penjual Besot Yang Selalu Puasa Senin Kamis
terkumpul dari target Rp 50.000.000
Di usianya yang baru 27 tahun, Inayah hidup dengan kondisi cerebral palsy sebuah penyakit yang membuat tubuhnya tak selalu bisa ia kendalikan. Ada hari-hari di mana gerakannya bergetar, langkahnya goyah, dan aktivitas sederhana menjadi perjuangan panjang. Namun satu hal yang tak pernah goyah dari diri Inayah adalah semangatnya untuk membantu orangtuanya.

Setiap hari, Inayah membantu sang ibu berjualan kerupuk dapros. Dengan keterbatasan yang ia miliki, ia tetap berusaha berdiri, melayani, dan tersenyum. Bukan karena ia tak lelah, tapi karena ia ingin membantu. Karena bagi Inayah, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berjuang. Di balik tubuh yang lemah, Inayah menyimpan keteguhan iman yang luar biasa. Ia begitu menjaga puasa sunnah Senin–Kamis. Bahkan menurut kedua orang tuanya, jika suatu hari ia tak berpuasa, Inayah bisa merasa gelisah dan marah. Puasa baginya bukan sekadar kebiasaan, tapi kekuatan.

Tak hanya itu, Inayah juga sangat pandai mengaji. Ia telah menghafal beberapa surat Al-Qur’an, di antaranya Al-Waqiah dan Al-Kahfi. Ayat-ayat suci yang ia lantunkan seakan menjadi penopang jiwanya—menenangkan, menguatkan, dan memberi harapan. Namun perjuangan Inayah tak berhenti pada dirinya sendiri.

Sang ayah kini juga sering sakit. Penyakit yang dideritanya membuat tubuhnya sulit digerakkan, bahkan untuk berjalan pun ia kerap harus diseret atau menggunakan alat bantu. Dua tubuh yang lemah, dalam satu keluarga yang saling menguatkan.

Mereka tak meminta lebih. Hanya ingin hidup yang lebih layak. Ingin Inayah mendapatkan terapi yang ia butuhkan. Ingin sang ayah kembali bisa bergerak tanpa rasa sakit yang berlebihan.

Mari kita hadir menjadi harapan bagi Inayah dan keluarganya. Ulurkan tangan, ringankan beban, dan bantu mereka mendapatkan kehidupan yang lebih layak.
Difabel Penjual Besot Yang Selalu Puasa Senin Kamis
terkumpul dari target Rp 50.000.000
