Sharing Happiness
  • Donasi
  • Zakat
    • Zakat Penghasilan
    • Zakat Perdagangan
    • Zakat Emas
    • Zakat Simpanan
  • Infaq
  • Wakaf
Masuk atau Daftar
Pemberitahuan
  • Lihat semua
  • Lihat Semuanya
  • Lihat semua
Home
Donasi
Zakat
Infaq
Wakaf
Masuk
Pusat Bantuan
Tentang Kami
Ketegaran Abah Ukat di Tengah Hidup Sebatang Kara - 23320

Ketegaran Abah Ukat di Tengah Hidup Sebatang Kara

Rp 355.675
terkumpul dari target Rp 50.000.000
1% tercapai 31 hari lagi
Temen Baik
 Share DONASI
Bantu sebarkan via :
SHARES
  • Detail
  • Info Terbaru
  • Donatur 23
  • Fundraiser

Abah Ukat, seorang lelaki berusia 75 tahun, menjalani hidupnya seorang diri. Ia tak pernah menikah dan tak memiliki anak, namun kesendirian itu tak pernah mematikan semangat hidupnya. Setiap hari, ia berjuang dengan pekerjaan apa saja yang bisa ia lakukan—memelihara bebek, merawat kelinci, hingga pekerjaan serabutan yang kadang datang, kadang tidak. Penghasilannya tak menentu; kadang dalam sehari ia tak mendapat apa pun. Untuk makan pun sering kali hanya seadanya, atau berasal dari uluran tangan tetangga yang peduli.

Meski hidup dalam kekurangan, Abah Ukat memiliki hati yang tak pernah kekurangan cahaya. Setiap sore, selepas memeriksa kandang-kandang kecilnya, ia selalu meluangkan waktu untuk mengajar ngaji anak-anak di kampung. Suaranya lembut, penuh kesabaran, seolah ia menitipkan harapan-harapan baik dalam setiap ayat yang ia ajarkan. Tak hanya itu, ia juga dengan sukarela membersihkan mushola dan tempat pengajian, tanpa pernah meminta imbalan sedikit pun. Baginya, selama tubuhnya masih bisa bergerak, ia ingin hidupnya tetap bermanfaat.

Namun, di balik ketegaran itu, kondisi rumah Abah Ukat jauh dari kata layak. Lantainya masih berupa tanah, dingin dan lembap. Dapurnya menyatu dengan kandang bebek dan kelinci, sehingga bau ternak dan asap memasak sering bercampur jadi satu. Kamar mandinya pun tak lebih dari aliran air sederhana yang ditutup selembar kain tipis sebuah jamban seadanya yang menjadi saksi kerasnya hidup yang ia jalani.

Meski begitu, Abah Ukat tak pernah mengeluh. Setiap hari ia bangun dengan senyum, seakan berkata pada dunia bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari kelimpahan, tapi dari hati yang tetap bersyukur. Dan dalam kesederhanaannya, Abah Ukat menjadi pengingat bahwa hidup yang kecil pun dapat terasa besar ketika dijalani dengan ketulusan.



Mari bantu Abah Ukat menjalani hari-hari dengan lebih layak. Sedikit bantuan dari kita, sangat berarti untuk kehidupan mereka. Ayo ulurkan tangan kebaikanmu sekarang. KLIK DONASI SEKARANG!

 

 

 

 

Disclaimer : SharingHappiness.org tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk informasi pada halaman campaign ini, karena informasi di atas sepenuhnya milik campaigner (penggalang dana).
Campaign ini belum memiliki info terbaru
  • donatur-image

Galang Dana sebagai Fundraiser

Jadi Fundraiser

Ketegaran Abah Ukat di Tengah Hidup Sebatang Kara

Girijaya
Temen Baik
Rp 355.675
terkumpul dari target Rp 50.000.000
1% tercapai 31 hari lagi
Bantu sebarkan via :
SHARES
Bantu campaign ini dengan menjadi Fundraiser
Jadi Fundraiser
Campaign ini mencurigakan? Laporkan
Mau galang dana online seperti ini? Gratis!
Embed Code
<iframe src="https://api.sharinghappiness.org/embed/bantuabahukat" frameborder="0" width="100%" height="300"> </iframe>

Selamat campaignmu sudah live dan siap menerima donasi

Ajak teman dan keluarga untuk berdonasi dengan membagikan link dibawah ini

Copy

atau share via

facebook whatsapp

SharingHappiness.org

  • Syarat & Ketentuan
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Tim Kami

Donasi

  • Cara Donasi
  • FAQ

Program

  • Galang Dana
  • Campaign
  • Zakat

Yayasan Berbagi Bahagia

Jl. Jati Indah V No. 5 RT 10 RW 11
Kel. Gumuruh, Kec. Batununggal,
Kota Bandung, Jawa Barat 40275

SH Logo
© 2015-2026, Sharing Happiness All Reserved