
Kaki Hampir Busuk! Bantu Penjual Kerupuk Obati Anaknya
terkumpul dari target Rp 50.000.000
"Abah cuma ingin Rahmat sembuh, kalau Abah gak ada siapa yang bakal ngurus Rahmat?", rasa cemas diujar Abah Maman (59), lansia pejuang nafkah yang sehari-hari berjualan keripik untuk mengobati anak satu-satunya, Rahmat (29).
Sudah hampir enam bulan Abah menjadi dunia bagi Rahmat yang mengalami kecelakaan dan membuatnya terbaring lemah tak berdaya. Kakinya patah dan remuk menjadi tiga bagian, membuat ia tak bisa berjalan serta beraktivitas seperti biasanya. Proses pengobatan yang panjang, rasa sakit yang tak kunjung reda dan trauma berat yang menghantui pikiran Rahmat membuat ia semakin terpuruk.


Kondisi kaki yang harus dibersihkan tiga hari sekali menjadi rentan infeksi karena tak kunjung diobati. Seiring berjalannya waktu lukanya membengkak, mengeluarkan bau karena tak rutin dibersihkan. Keterbatasan biaya menjadi masalah utama bagi Abah Maman untuk membawa Rahmat berobat.
Ikhtiar terus Abah Maman lakukan untuk anak semata wayangnya itu meskipun dengan kondisi tersenggal karena penyakit ginjal yang beliau alami. Setiap jalan ditapaki dengan asa untuk makan dan angan kesembuhan. Selang menjadi teman perjuangan Abah sehari-hari. Rasa sakit seakan tak terasa mengingat anaknya yang terbaring di rumah.
Meski begitu hanya kisaran 15-20ribu yang dapat beliau hasilkan sehari-hari.


Belum lagi, kondisi rumah yang dibangun banyak celah menjadi kecemasan Abah ketika berjualan. Air hujan dapat dengan mudah mengalir ke dalam dan membasahi Rahmat yang hanya sendiri menahan nyeri. Tak ada tempat layak di rumah tersebut untuk dijadikan ruang berteduh, dapur yang berdinding celah-celah kecil menjadi tempat teraman jika hujan menghampiri.

Saat menjajakan dagangannya, tak jarang Abah Maman terdiam sejenak, merasakan sakit yang datang menusuk tanpa aba-aba. Namun hal tersebut tak meluruhkan niat Abah untuk mencari nafkah, karena ada Rahmat yang menggantungkan hidupnya pada beliau. Sering tersirat oleh Abah untuk bisa berjualan di dekat rumah agar tetap bisa mengurus Rahmat dengan lebih baik. Tetapi, beliau mengubur hal tersebut mengingat keadaan yang kian mencekik.
Insan Baik. Hari ini, kita bisa menjadi bahu tempat Abah Maman bersandar. Sedikit dari kita sangat berarti bagi mereka. Mari bantu Abah Maman bertahan dan membawa anaknya menjalani pengobatan.
Disclaimer : Donasi yang terkumpul akan disalurkan untuk operasional pengobatan Rahmat, modal usaha, perbaikan rumah dan operasional yayasan pendamping. Sebagian donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat di bawah naungan Amal Baik Insani.
Kaki Hampir Busuk! Bantu Penjual Kerupuk Obati Anaknya
terkumpul dari target Rp 50.000.000
